Garis Paternal Eurasia Barat di Indonesia


Garis paternal dari Eurasia Barat terdeteksi pada populasi Bajau

Garis paternal dari Eurasia Barat terdeteksi pada populasi Bajau

Lima bulan berselang dari penelitian terakhirnya tentang pendudukan orang laut Nusantara di Madagascar, Pradiptajadi Kusuma, kembali menerbitkan penelitiannya tentang salah satu fase dalam sejarah populasi Indonesia, kaitannya dengan fase terakhir (fase sejarah), dengan mencoba menganalisis keberadaan garis paternal dari Eurasia Barat, Y-haplogroup R. Meskipun jurnalnya tidak dibuka untuk umum, namun berdasarkan data yang digunakan, tidak berbeda dengan data penelitian orang laut Nusantara.

Temuan garis paternal Eurasia Barat oleh Kusuma et al. meliputi Y haplogroup P-M45*, R-M207, R1a-M17, R1b1-M415, R1b1a2-M269, R2a-M124, H-M69*, H-M52, H-Apt, J-M304, J1-M267, J2-M172*, J2b-M12, T-M272*, T1a-M70, L-M20*, dan L1a-M76. Garis paternal tersebut berasal dari berbagai wilayah geografi, seperti India selatan dan timur (R2a-M124, serta H-M69, H-M52 dan H-Apt), Gujarat (L-M20*) dan Persia selatan (L1a-M76, yang juga garis paternal Admiral Zheng He dari Dinasti Ming, hidup di sekitar Xinjiang). Y haplogroup J memiliki daerah asal di sekitar Laut Kaspia, atau pegunungan Trans-Kaukasus, namun J1 dan J2 sangat umum ditemui pada populasi Levant dan sekitarnya, seperti bangsa Yahudi dan Arab. Haplogroup J merupakan haplogroup paling menarik dalam fase sejarah, karena terkait dengan populasi di mana agama-agama besar dunia saat ini kemungkinan besar disebarkan oleh mereka yang mewarisi garis paternal J. Sedangkan Y haplogroup T juga banyak ditemukan di Kaukasus, Eropa Selatan, dan Semenanjung Arabia, terutama Yaman. Untuk Y haplogroup R1b1a2-M269 banyak ditemukan di Eropa Barat seperti Spanyol dan daratan Inggris. Sedangkan untuk Y-chromosome R1a-M17 lebih dekat dengan varian di Eropa Barat dibandingkan modal haplotype di India (Karafet et al., 2005). Perlu analisis lebih lanjut tentang garis paternal tersebut di atas untuk menentukan secara pasti jalur migrasi yang ditempuh. Nanti kita bahas lain waktu.

Sedangkan garis maternal Eurasia Barat yang terdeteksi dalam penelitian ini adalah: M18, M2, M32c, M33, M35a, M40, M41a, M45, M5, M81, N5, U2, dan U7. Menurut update terbaru dari Marerro et al. mtDNA haplogroup M18 terkonsentrasi di India dan sekitarnya termasuk Pakistan dan Nepal serta Bangladesh. Sebaran M2 hampir mirip M18. M32c merupakan keturunan dari M32’56 yang terdeteksi di India. Sebaran M33 mirip dengan M18 dan M2, begitu pula halnya dengan M35a. M40 dan M41a mungkin tidak seperti M18, M2 dan M35a, namun terdeteksi cukup banyak di India. M45 mirip dengan M18, M2 dan M35a, namun sebarannya sampai ke Myanmar. M5 mungkin sebarannya paling luas, dari Pakistan sampai Myanmar. M81 masih kurang jelas sebarannya, sedangkan N5, U2 dan U7 terdeteksi di Asia Selatan.

Yang paling menarik di sini adalah masih adanya Y haplogroup R-M207 (dalam pie chart Bajau berwarna hijau daun), yang merupakan root dari Y haplogroup Eurasia Barat. R-M207 masih terdeteksi pada populasi Bajau, orang laut dari sekitar Sulawesi Tenggara. Pertanyaan penting yang muncul dari hal tersebut adalah apakah populasi Bajau merupakan populasi relic, yang mempertahankan penanda genetik paternal selama puluhan ribu tahun (menurut perhitungan Karafet et al. (2014), R-M207 muncul sekitar 40.000 tahun yang lalu, sedangkan R1 dan R2 baru muncul sekitar 33.000 tahun yang lalu). Atau, mereka merupakan bagian dari migran di era Holocene, atau masa sejarah seperti melalui perdagangan jalur sutra, invasi India oleh dinasti Warman, atau datang pada masa kolonial Belanda dan Inggris. We’ll get there, later.

 

Perlu analisis lebih lanjut dari berbagai jurnal penelitian tentang diversifikasi dan sebaran Y haplogroup R untuk memastikannya, karena jurnal Kusuma et al. belum bisa diakses.

 

Garis keturunan K2b1 yang diduga mewarisi DNA Denisovan

Garis keturunan K2b1 yang diduga mewarisi DNA Denisovan

Analisis penting lain yang diungkap Kusuma et al. dalam abstraknya adalah sebagian besar garis keturunan Eurasia Barat di Indonesia adalah garis paternal, dan hanya sedikit garis maternal. Dalam populasi Bajau, hanya terdeteksi mtDNA X, yang sangat banyak ditemui pada populasi Druze di Levant, dan suku Indian di Amerika Utara, termasuk Kennewick Man yang baru-baru ini diungkap. Bagaimana bisa mtDNA X masih terdeteksi pada populasi Bajau, adalah fenomena yang menarik untuk diungkap.

 

Western Eurasian genetic influences in the Indonesian archipelago

Pradiptajati Kusuma et al., 2015

Abstract

Western Eurasia, notably the Near East and South Asia (Indian sub-continent), has interacted with Indonesia through Indian Ocean trade (the Maritime Silk Route) for more than 2000 years. The Indianization, and later Islamization, of Indonesia was enacted largely through trading activities, but also spread with help from the many Indianized and Islamic kingdoms that reigned over parts of the Indonesian archipelago during this time. Western Eurasian interaction left behind not only imported trade goods and cultural features, but also genetic traces. To locate the primary areas of Western Eurasian genetic influence in Indonesia, we have assembled published uniparental genetic data from ∼2900 Indonesian individuals. Frequency distributions show that Western Eurasian paternal lineages are found more commonly than Western Eurasian maternal lineages. Furthermore, the origins of these paternal lineages are more diverse than the corresponding maternal lineages, predominantly tracing back to South West and South Asia, and the Indian sub-continent, respectively. Indianized kingdoms in the Indonesian archipelago likely played a major role in dispersing Western Eurasian lineages, as these kingdoms overlap geographically with the current distribution of individuals carrying Western Eurasian genetic markers. Our data highlight the important role of these Western Eurasian migrants in contributing to the complexity of genetic diversity across the Indonesian archipelago today.

Link

 

Update: Januari 2016

Singh et al., 2016 meneliti struktur dan komposisi haplogroup J di India, dan tidak menemukan paragroup J-M304 dan J2*-M172. Absennya paragroup J di India menegaskan bahwa subclade J2 masuk ke India dari arah Barat Laut/sebelah barat India.

Namun terdeteksinya J2-M172, disimpulkan masuk ke India melalui skenario masuknya herders dari Asia Barat/Tengah, atau Timur Tengah selama LGM, atau bisa juga melalui skenario difusi demik dari arah Barat, atau melalui migrasi/admixture jaman Perunggu dan jaman Besi.
J1-M267 juga terdeteksi walaupun frekuensi rendah, yang diduga memasuki India pada masa sejarah. J1-M267 terdeteksi di Turkey 9%, 33,1% di Iraq, 3,4% di Pakistan, mengindikasikan peristiwa persebaran yang berbeda dari Timur Tengah ke Eropa Tenggara dan Asia Barat Daya.
Sedangkan J2b-M102/M12 hanya terdeteksi dengan frekuensi rendah di Barat Laut India dan cukup tinggi di bagian Timur 15-35% seperti Asur, Narikuravar, Pichakuntla, Shikari dan Mondi. J2b-M102/M12 dianggap sebagai garis paternal dari gene pool populasi India. J2b-M102/M12 terdeteksi di populasi kasta dan tribal. Sebelumnya, J2b-M102/M12 diduga berasal dari Mesopotamia.

 

Update June 2016: Dua paper dari Lazaridis et al. (2016) dan Llorente et al. (2016) mencoba mengungkap relasi populasi di Neolitik Iran dengan populasi di Asia Selatan, khususnya India.

Dari Lazaridis:

“In South Asia, our dataset provides insight into the sources of Ancestral North Indians (ANI), a West Eurasian related population that no longer exists in unmixed form but contributes a  variable amount of the ancestry of South Asians35,36
(Supplementary Information, section 9) (Extended Data Fig. 4). We show that it is impossible to model the ANI as being derived from any single ancient population in our dataset. However, it can be modelled as a mix of ancestry related to both early farmers of western Iran and to people of the Bronze Age Eurasian steppe; all sampled South Asian groups are inferred to have significant amounts of both ancestral types. The demographic impact of steppe related populations on South Asia was substantial, as the Mala, a south Indian population with minimal ANI along the ‘Indian Cline’ of such ancestry35,36 is inferred to have ~18% steppe-related ancestry, while the Kalash of Pakistan are inferred to have ~50%, similar to present-day northern Europeans7.”

Migrasi Bronze Age lebih tinggi terdeteksi di Kalash dibandingkan Gujarat. Hal ini terkonfirmasi oleh Llorente (SuppInto Table S6). Anda diperlihatkan arah migrasi dari Eurasia steppe ke India melalui daerah dimana populasi Kalash, Balochi, Makrani dan Tiwari berada, sebelum sampai di lembah sungai Indus (populasi Gujarat).

Dari Llorente:

“the majority of the West Eurasian component seen in India derives from the Bronze age migrations.”

Llorente menyimpulkan berdasarkan beberapa hasil analisis, bahwa Kotias (Caucasus Hunter-gatherer) merupakan lebih baik sebagai proxy dibandingkan Neolitik Iran. Namun mengingat kedua populasi mirip satu sama lain, atau berasal dari leluhur yang berkerabat, sangat mungkin bahwa kontribusi dari populasi yang secara genetik berkerabat dengan Neolitik Iran, tertutup oleh aliran gen dari populasi stepa Eurasia. Hal ini bisa diperjelas jika kita telah mendapatkan hasil dari aDNA Lembah sungai Indus.

 

Update: September 2016

garis-paternal-eurasia-barat

Masuknya garis paternal Eurasia Barat bertepatan dengan peristiwa Indianisasi pada awal abad pertama Masehi, berlanjut ketika kerajaan-kerajaan Hindu-Budha mulai muncul di Nusantara pada abad 7-16 Masehi. Namun tidak menutup kemungkinan pengaruh jaman kolonialisasi Belanda, Portugis dan Inggris setelah abad ke-17. Garis keturunan Eurasia barat banyak terdeteksi di bekas wilayah yang pernah menjadi wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu seperti Sriwijaya di Sumatra, Majapahit, Singasari dan Kahuripan/Kediri di Java; Kutai di Kalimantan dan Sulawesi;  dan Buleleng di Bali serta rangkaian pulau di Nusa Tenggara. Kerajaan-kerajaan Islam muncul pada abad ke-14 di bagian utara Sumatra, terpengaruh budaya Arab dan para pedagang Gujarat. Dalam penelitian ini, garis paternal dan maternal terdeteksi di Kalimantan Timur, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Sumatra utara, sedangkan garis maternal hanya terdapat di Nusa Tenggara.

Jejak garis paternal Eurasia Barat

Jejak garis paternal Eurasia Barat

 

Jejak garis maternal Eurasia Barat

Jejak garis maternal Eurasia Barat

Pengaruh Indianisasi dan Islamisasi tidak terbatas karena asimilasi budaya, perdagangan, kekuatan ekonomi dan politik, namun juga terkait dengan aliran gen ke Indonesia dari pusat-pusat budaya dan perdagangan di Asia Selatan dan Asia Barat. Penelitian selanjutnya diperlukan dalam skala yang lebih besar, dan melibatkan analisis genome untuk menentukan dari mana asal-usul garis keturunan Eurasia Barat tersebut, kapan tepatnya mereka sampai ke Indonesia, dan kontribusinya terhadap genetika populasi Indonesia.

Iklan

2 responses to “Garis Paternal Eurasia Barat di Indonesia

  1. Saya baca di Wikipedia bahasa asing, kata nya para ahli genetika sudah berhasil mengetahui leluhur kuno Manusia Kennewick ditandai dengan Y Hg Q3*-M3 dan mtDNA Hg X2a (sangat jarang) yang merupakan penanda khas Pribumi Amerika. Awalnya banyak yang mengira Manusia Kennewick berkerabat dengan “Kaukasia” Ainu Jepang atau orang Polinesia karena bentuk wajah nya yang berkontur “tegas” atau lebih tajam seperti jembatan tulang hidung menonjol disebabkan bentuk tempurung kepala mereka yang panjang / Dolichocephalic dan bentuk gigi “Sundadonti”. Tetapi saya sangat senang mengetahui DNA Genealogi Haplogroup Manusia Kennewick yang khas penduduk Pribumi Amerika, bukan yang lain2 dengan teori yang subyektif dan membingungkan. Penelitian Genealogi DNA Manusia dari perspektif Antropologi memang keren.

  2. Ping-balik: Bajau, Suku Tanpa Kampung Halaman | The Forgotten Motherland·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s