Y-DNA Haplogroup C


Y-DNA haplogroup C bisa dibilang indikator tertua, dan karena itu menjadi bukti keberadaan manusia modern pertama di Timur jauh. Hal ini juga didukung fakta bahwa Y-DNA haplogroup C ditemukan pada frekuensi yang relatif rendah di sebagian besar Asia, namun mencapai frekuensi tertinggi di timur laut Asia (Mongolia, Siberia); kemudian frekuensi menurun di Jepang, Korea, Cina, India, Asia Tenggara, namun meningkat kembali di Indonesia Timur, Polinesia dan Australia. Y-DNA C sama sekali tidak ditemukan di Afrika, namun ditemukan pada frekuensi sedang di Amerika Utara dan sangat rendah di Eropa (pada ancient DNA di Hungaria terdeteksi basal C Eurasia) dan Amerika Selatan.

Di bawah, Y-DNA C memiliki haplotype yang berbeda secara geografis, dimana C3 adalah yang paling luas, mencakup Asia dan Amerika.

Cakupan luas dan frekuensi rendah yang mendasari banyak garis turunan haplogroup Eurasia jelas menunjukkan bahwa Y-DNA haplogroup C muncul sangat awal di benua Asia, di antara manusia pertama yang migrasi dari arah barat (tidak harus dari Afrika (OoA), kemungkinan besar dari Levant), selama perjalanan mereka di Asia Barat, dan sebelum mereka mencapai Asia Timur.

Haplogroup C di Asia Tenggara, Australia dan Polinesia

Untuk mendapatkan gambaran dalam analisis regional ini, bagan diatas akan membantu, meskipun terdapat banyak versi, seiring dengan makin banyak sample yang diambil. Karena beragamnya frekuensi haplotype C di Asia Timur dan Tenggara, PNG, Selandia Baru, Polinesia dan Australia, maka ada baiknya ditelaah satu per satu:

Sebaran Y-DNA haplogroup C muncul di wilayah-wilayah di atas pada frekuensi yang berbeda dan dengan haplotype yang sangat berbeda satu sama lain di masing-masing lokasi geografis:

Versi terbaru: Paragroup C*(M130/Page51/RPS4Y711, M216)
C1 (xF3393/Z1426)
    C1a – CTS11043
       C1a1 – M8 Hanya ditemukan di Jepang (Ryukyu)
       C1a2 – V20 ditemukan di Eropa & spesimen La Brana
    C1b – F1370, Timur Tengah & Asia selatan, khususnya India barat
       C1b2 – M38 Dari Indonesia Timur (Wallacea, Papua) dan di seluruh Melanesia, Polinesia dan Selandia Baru, tapi dengan dua haplotype yang berbeda di Barat dan Timur dari wilayah yang luas ini

    C1c (tentative)- M347 suku Aborigin Australia
       C1c1 – M210 
       C1c2 – DYS390.1del

C2 (xM217/P44/Z1453)
      C2a – M93 Jepang
      C2b –  L1373 Asia utara, khususnya Asia Tengah
           C2b1 – P39 suku Indian Amerika (kecuali grup dari Asia)
      C2d – P62 Mongolia
      C2e – Z1338 Asia Timur
haplogroup C

Distribution haplogroup C

Daerah sebaran yang terfragmentasi dan rendahnya frekuensi, setiap paragroup C* ditemui (tertinggi hanya di Asia Tenggara) harus segera diklasifikasikan ke dalam haplotype baru setelah penanda genetik mereka telah teridentifikasi.

Aborigin Australia C4

Suku pribumi Australia memiliki haplogroup sendiri yang unik, haplogroup C4, yang didefinisikan oleh SNP M347; C4 memiliki dua haplotype: C4a (dengan hilangnya STR DYS390) dan C4b (dengan penanda mutasi M210).

Sebagian besar haplogroup suku Aborigin Australia (C4a) diperoleh dari C-RPS4Y* yang mengalami penghapusan STR DYS390. C-RPS4Y* banyak ditemui pada populasi di Wallacea (Nusa Tenggara Timur dan Maluku), jadi bisa diasumsikan bahwa nenek moyang suku aborigin Australia berkerabat dekat dengan nenek moyang populasi di Wallacea, hanya saja nenek moyang populasi NTT dan Maluku tidak mengalami mutasi spesifik tersebut (dalam kasus ini penghapusan DYS390), namun sebagian juga mengalami mutasi menjadi C2 (dengan penanda mutasi M38) yang kemudian mendiami sepanjang pantai barat Papua (Suku Asmat, Tehit, dan suku-suku di kepala burung Irian) dan sebagian populasi di Halmahera. Umur masing-masing bisa diekstrapolasi namun dengan ketidakpastian, dan untuk lebih akuratnya, harus melalui sekuensi ancient DNA (aDNA).

Dalam konsensus akademis, Paragroup C* adalah haplogroup kuno yang tiba di Australia selama kurun waktu pendudukan awal benua kanguru tersebut, terjadi sekitar 60-50 ka dan kemudian mereka menetap dan terisolasi (drift).

Para migran yang asli berasal dari ujung selatan daratan Asia: yang sekarang dikenal dengan sebutan Sundaland (meliputi pulau-pulau utama Indonesia dan Malaysia). Garis Wallace, sebuah jalur laut dengan banyak pulau-pulau kecil yang membentuk Wallacea (Sulawesi, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, Halmahera, Buru, dll.) yang dipisahkan dari daratan lain Sahul, yang terdiri dari benua Australia dan Oseania dekat, Papua, New Guinea (NG), dan kepulauan Melanesian.

Para migran tersebut berjalan di tanah leluhur yang sekarang terendam (permukaan air laut naik setelah deglasiasi ~9000 tahun yang lalu) dan kemudian menyeberangi Garis Wallace, lalu menuju Australia.

Menariknya, haplogroup C lainnya dan paragroup C* tidak sampai masuk Australia (satu studi mendeteksi beberapa C* di Arnhem yang mungkin saja populasi yang datang belakangan), atau jika mereka benar-benar sampai, lalu menghilang tanpa jejak.

Kemungkinan Homo erectus bertemu dengan para migran Paleolitik ini sangat terbuka, kemudian kawin, lalu menuju Australia dan New Guinea (NG) dengan membawa DNA Denisovan, namun “local H. erectus or archaic Homo sapiens populations did not contribute to the modern aboriginal Australian gene pool.” Hudjashov et al., (2007). (Denisovan akan dibahas di bagian lain)

Update: November 2015

Penelitian garis paternal haplogroup C pada populasi Aborigin Australia baru-baru ini mengungkap bahwa haplogroup C-M347 adalah haplogroup spesifik lahir dan asli milik suku aborigin Australia. Nagle et al. (2015) menyimpulkan bahwa C-M130*(xM8,M38,M217,M347) (1%), C-M347 (19%), K-M526*(xM147,P308,P79,P261,P256,M231,M175,M45,P202) (12%), S-P308 (12%), dan M-M186 (0.9%) adalah garis paternal asli Sahul, dengan haplogroup C-M347, K-M526*, dan S-P308 adalah haplogroup asli suku Aborigin Australia.

 

Y-DNA C-M347

Y-DNA C-M347

Australia Deserts Y-DNA Haplogroups

Australia Deserts Y-DNA Haplogroups

 

Australia Arnhem Y-DNA Haplogroups

Australia Arnhem Y-DNA Haplogroups

Southern Aboriginal Australian haplogroups

Southern Aboriginal Australian haplogroups

Nagle et al. menghitung umur C-M347, K-M526*, dan S-P308 setidaknya 40.000 tahun, mengkonfirmasi keberadaannya yang sangat lama di Australia. Haplogroup C-M347 terdiri setidaknya 3 sub-haplogroup: C-DYS390.1del, C-M210, dan paragroup yang belum teridentifikasi C-M347*(xDYS390.1del, M210). Hasil ini juga mengkonfirmasi jalur menuju Australia tidak hanya satu (melalui PNG), jadi kemungkinan besar langsung dari Timor/NTT, berdasarkan kekerabatan C-RPS4Y*.

Sebelumnya, Nagle bersama Taylor (2012) juga menginvestigasi suku aborigin Australia di bagian selatan. Haplogroup C di bagian selatan mencapai frekuensi maksimum 46% dari haplotype di Spencer. Dua sub-haplogroup, C4(xDYS390.1del) memiliki frekuensi lebih tinggi daripada C4(DYS390.1del) di semua region. Persentase C4(xDYS390.1del) berada dalam rentang 16% di Urban sampai 25% di Spencer, semuanya 17% dari total suku aborigin yang diteliti. Haplogroup C4(xDYS390.1del) berada dalam rentang 19% di Urban sampai 26% di Gurun, semuanya 24% dari total suku aborigin yang ada. Jumlah haplotype yang berbeda dalam C4(xDYS390.1del) menunjukkan sebaran beda frekuensi yang tidak terlalu besar. Haplotype unik C4(xDYS390.1del) terendah terdeteksi di Gurun (15%) dan maksimal 24% di Urban. Pengelompokan haplotype dalam region Gurun mengindikasi bahwa kekerabatan individu dalam region tersebut sangat besar, meskipun haplotype C4(DYS390.1del) tidak menunjukkan pola yang sama.

Sebaran haplogroup suku aborigin di Australia bagian selatan cukup berbeda dari yang berada di bagian utara. Haplogroup paling sering ditemui di keduanya adalah C4 (dengan atau tanpa DYS390.1del), khusunya di Northern Territory, Kimberley dan Australia tengah. Frekuensi C4(xDYS390.1del) berada dalam rentang 10% di Arnhem Land (Northern Territory) sampai 15% di Northern Territory, dan hanya satu di Walpiri, Australia tengah. Haplogroup paling banyak C4(DYS390.1del) mencapai frekuensi tinggi di Australia bagian utara, 45% di Northern Territory), 50% di Australia tengah, 53% di Arnhem Land, 67% di Gurun Pasir Besar, dan 100% di Kalumburu (Australia bagian barat). Di semua region, frekuensi C4 selalu lebih besar daripada frekuensi K-M526*.

Proporsi C4 (dengan atau tanpa DYS390.1del) menunjukkan pola kebalikan antara utara dan selatan, dengan C4 tanpa DYS390.1del lebih banyak dari C4 dengan DYS390.1del di sebagian besar region sebagaimana dalam database STR yang ada. Keragaman C4 tidak hanya berimplikasi pada aplikasi forensik namun juga berperan besar dalam memahami sejarah evolusi populasi Aborigin Australia.

Inti dari kedua penelitian tersebut adalah, bahwa garis paternal C di Australia (dan juga di Indonesia Timur), lahir dan mengalami spesiasi regional, tidak terkait langsung dengan mereka yang migrasi dari Levant. Kuncinya adalah menemukan root dari C1 (saya menduga diferensiasi terjadi di China selatan atau Sundaland). Dalam bagan Nagle (2015), C-M38 merupakan kerabat dekat C-M356 dari India.

Skenario sebaran saat ini: C1 mengalami spesiasi di China Selatan/Sundaland. Satu menuju ke Jepang (selanjutnya menjadi populasi Ainu), satu menuju Wallacea dan Papua, satu menuju India, serta satu langsung menuju Australia (melalui Nusa Tenggara). Mereka terkait satu sama lain. Selanjutnya, kita harus mengidentifikasi asal-usul geografis C1.

Update: April 2016

 

phylogenetic tree Australia Y-chromosome after Bergstorm et al. 2016

 

y haplogroup C Australia

Menurut Bergstorm et al. (2016), C2 dan C4 adalah kerabat dekat C5. Namun, dari Poznik et al. (2016), C5 merupakan kerabat dekat dari C1 dan C3.

Y DNA C3

C2: Melanesia, Polinesia, dan New Guinea

Melanesia dan New Guinea (NG) dihuni oleh gelombang yang sama yang juga menghuni Australia lebih dari 50 ka, tetapi gelombang berikutnya yang mencapai daerah ini jumlahnya lebih dari setengah Y-DNA haplogroup yang ada di sana. Namun demikian, haplogroup C tersebar luas dan persentasenya beragam di Indonesia, menggambarkan kehadirannya yang sudah lama. Hal ini dibuktikan dengan banyak haplotype yang berbeda:
C* [C-M130/C-M216/C-RPS4Y*(xM38, M217, DYS390.1del].

Paragroup C* adalah garis keturunan tertua (60-50 ka) populasi Sunda dan Sahul. Sangat jarang ditemui di Melanesia dan hanya muncul di beberapa populasi di pesisir selatan New Guinea.

network tree C-RPS4Y

Dalam median-joining network di atas, garis paternal C di Asia Tenggara, dalam kasus ini populasi Indonesia, sharing dengan suku aborigin Australia. MJN biasanya tidak menyebutkan arah migrasi, tapi untuk sampai ke Australia, suku aborigin harus melewati Indonesia. Dengan kata lain, kekerabatan kedua populasi menunjukkan arah migrasi. Bisakah kita asumsikan semua garis paternal C populasi Non-Negrito Filipina berasal dari Indonesia juga? Gambar tersebut tidak membantah. Namun garis paternal populasi Negrito Filipina (Agta, Ati, Mamanwa) sepertinya terkait erat dengan garis paternal C-RPS4Y dari Australia, yang merupakan keturunan dari populasi Indonesia. Memang agak rumit. Jika Anda ingat, populasi Mamanwa mewarisi DNA Denisovan, seiring dengan perpisahan leluhur mereka dengan leluhur populasi aborigin Australia dan PNG highlanders, mungkin karena ketiga populasi memiliki leluhur yang sama.

MJN C-RPS4Y

Perhatikan gambar di atas, pusat sebaran ada di Indonesia, dan garis paternal C di non-Negrito Filipina dan Australia tetap berasal dari Indonesia. Negrito Filipina tetap merupakan percabangan dari suku aborigin Australia. Peta ini akan lebih jelas seandaikan menyertakan sample dari Papua Barat, yang sering digabung dengan populasi PNG.

Tercatat absen dataran tinggi New Guinea, Taiwan dan Filipina, hanya mencapai 3,4% di Filipina (Taiwan dan Filipina diperhitungkan hanya karena keduanya ternyata dipercaya sebagai tempat asal leluhur banyak populasi di Melanesia, tapi tampaknya bukan pembawa Y-DNA C*).

C2M38*(xM208). Hampir tidak ada di sebelah barat dari Wallace’s Line, frekuensi tertinggi ditemukan di Indonesia Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur (51-44%), pesisir New Guinea dan Kepulauan Cook di Pasifik.

Haplogroup C2 adalah yang paling banyak di timur laut New Guinea (34,6%) dan haplogroup paling banyak kedua di New Guinea (rata-rata 12,8%). Karena keragaman STR tertinggi ada di barat laut New Guinea (wilayah Kepala Burung Papua), sangat mungkin haplogroup C2 ini berasal dari sana (atau di Halmahera, Wallacea, sebagai haplogroup tertua (42-61 ka), migrasi ke arah timur, New Guinea, Melanesia, Polinesia (meskipun jarang ditemui disana); dan juga ke arah barat daya, NTT dan Timor.

C2bM208. Ditemui dengan frekuensi tinggi di dataran tinggi Papua Barat (Suku Dani dan Lani di Lembah Baliem, Pegunungan Jaya Wijaya) dan di antara Kepulauan Masak, umurnya cukup tua, rata-rata 46.200 tahun yang lalu, kemudian belakangan ekspansi lebih jauh ke Polinesia (5000-2200 tahun yang lalu), ditemui dengan frekuensi tinggi (34%) dan juga pada suku Maori di Selandia Baru (77%). Ditemui dengan frekuensi rendah di barat laut New Guinea (2,5%) dan New Guinea (rata-rata. 6,8%).

Salah satu variasinya (awalnya bernama C6) dengan penanda P55 juga ditemukan tetapi sekarang dianggap sebagai SNP privat karena kurangnya penguji positif, atau kelompok kerabat yang berhubungan, sehingga haplotype C6 dipindahkan ke garis keturunan di Eropa. Tiga haplotype lainnya tidak ditemui di wilayah ini: C1 (Jepang), C5 (India), C3 (Siberia) dan C4 (suku aborigin Australia).

Wilayah Indonesia lainnya:

Paragroup C*. Distribusinya merata di seluruh wilayah Asia, ditemui pada frekuensi tinggi di Indonesia Timur (52% di Sumba, 29,2% di Flores dan 22,8% di Lembata, 16% di Maluku, 12% di Sulawesi, 6% di Jawa), dan tidak ditemui di Melanesia dan Polinesia. Namun muncul di lebih jauh di utara, China (populasi Yao, 20%).

C2-M38*, tidak ditemui di Indonesia bagian barat tetapi tumbuh rata-rata 33,5% di Indonesia Timur (dari 11% di Sulawesi menjadi 57% di Sumba); ditemukan pada frekuensi yang sangat rendah di Polinesia dan Melanesia.

C3-M217 ada di Borneo dengan frekuensi rendah, kemungkinan migran dari Mongol, di masa invasi Dinasti Yuan ke Asia Tenggara.

Seperti diketahui Y-DNA haplogroup C tidak ada di Afrika; ini berarti Y-DNA C berasal dari luar Afrika (Levant). Karenanya, konsensus akademik menempatkan Y-DNA C setelah migrasi Homo sapiens Out of Africa (OoA) (atau out of Levant) sekitar 70.000-60.000 tahun yang lalu.

Asal

Konsensus menyatakan haplogroup C berasal dari split hipotetis Haplogroup CF- atau CF(xDE). Penanda mutasinya adalah SNP P143, yang merupakan nenek moyang haplogroup F dan C. Perpecahan ini terjadi di suatu tempat di Asia Barat Daya (Levant), 69.000 tahun yang lalu.

Penyebaran di Asia

Pria yang membawa Y-DNA haplogroup C menurut konsensus diyakini mengambil jalur pesisir pantai Laut Arab, kemudian sampai di muara Sungai Indus. Alternatif yang saya pikir lebih mendekati realitas adalah melalui dataran tinggi Iran ke arah timur, menyusuri sungai-sungai di pedalaman Timur Tengah (sehingga sebaran haplogroup C ke Siberia dan Jepang bisa tercakup), namun konsensus akademis tetap bersikukuh dengan teori melalui jalur pesisir pantai (mungkin karena terlalu terikat dengan waktu OoA dan waktu pendudukan Australia, maka migrasi secara cepat sepanjang pantai Asia selatan dibutuhkan).

Konsensus akademis yang mulai usang dengan asumsi hanya ada 1 garis keturunan paragroup C yang bergerak ke arah Asia, tidak memperhitungkan kemungkinan adanya lebih dari 1 paragroup C berdasarkan penanda yang berbeda, seperti C-M216(xM8, M217, M356) akhirnya menurunkan garis keturunan C-M217 (Mongolia, Korea dan China) dan C-M8 (Jepang) serta C-M356 (India dan sekitarnya), sedangkan penanda C-RPS4Y*(xM38, M374) menurunkan garis keturunan C-M38 di sebagian besar populasi Indonesia Timur dan C-374 di Australia.

India

Dari lembah sungai Indus, paragroup C* memasuki benua India, namun bisa saja bahwa C5 di populasi India muncul belakangan, karena tidak mungkin bahwa C* hanya bermutasi dengan penanda C5 yang kemudian tinggal di India, dan yang tidak bermutasi terus bergerak ke arah timur. Alternatif lain adalah bahwa mutasi muncul di kemudian hari, di beberapa daerah lain dan kembali ke India, di mana sekarang ditemui. Tapi ini membutuhkan pembuktian lebih lanjut mengapa haplogroup C-M356 menghilang dari tempat asalnya.

Austronesia

Para migran ini terus bergerak ke selatan menuju Cape Comorin dan Sri Lanka, dan kemudian ke utara di sepanjang Teluk Bengal dan Bangladesh, Myanmar dan turun ke semenanjung Malaysia, sampai mereka mencapai tepi landas benua di Sundaland (Indonesia, selama kala Pleistosen permukaan air laut turun drastis hingga semua pulau-pulau Indonesia bagian barat bergabung menjadi paparan Sunda). Mereka kemudian menyeberangi Wallace’s Line (yang pada saat itu bisa jadi tidak terlalu menjadi hambatan karena jika dilihat dan diperhatikan, di sepanjang Wallace’s Line tidak semuanya berkedalaman 3000 m, ditambah paparan Sunda juga terhubung dengan bagian barat daya pulau Sulawesi). Mereka akhirnya menyusuri Nusa Tenggara dan mencapai paparan Sahul yang menyatukan New Guinea dan Australia, atau bisa juga melalui Sulawesi kemudian ke Maluku dan akhirnya sampai di Sahul.

Selama migrasi tersebut C2 muncul di Wallacea (Indonesia Tengah, NTT dan Maluku) dan menetap di sana, sementara C4 muncul di Australia dan juga menetap di sana. Kenapa? Apa yang membuat mereka berhenti eskpansi dan tidak saling bertemu di Sahul? Karena C4 pada dasarnya adalah C-RPS4Y* yang mengambil jalur ke selatan menyeberangi pulau Timor dan mendarat di Australia bagian utara bermutasi dengan penghapusan STR DYS390. Sedangkan C2 bergerak terus dari NTT menuju pantai barat Papua, kemudian menyusuri pantai barat Papua ke arah utara sampai Halmahera (karena itu C2 bisa ditemui pada populasi suku Asmat, Tehit, kemudian Halmahera. Garis keturunan ini nantinya bermutasi dengan penanda M208 menjadi suku Dani dan Lani yang mendiami Lembah Baliem di pegunungan Jaya Wijaya). Atau bisa melalui jalur Sulawesi, lalu ke Halmahera dan pada akhirnya Sahul.
Alternatif: Rawa, hutan, lembah dan pegunungan, gurun, pantai bisa membuat populasi New Guinea terisolasi secara fisik. Masyarakat kesukuan dan tradisi yang mereka anut juga membuat mereka saling mengisolasi. Keragaman bahasa yang ada saat ini adalah indikator yang jelas tentang pengisolasian mereka di New Guinea. Ada kemungkinan bahwa faktor-faktor ini, ditambah dengan populasi bottleneck, mungkin telah membuat suku pribumi Papua dan suku aborigin terisolasi setelah pendudukan awal, yang memungkinkan mereka untuk bermutasi dengan spesifik haplotype tanpa terjadi kawin campur lebih lanjut. (Baca lebih lanjut tentang pendudukan Sahul, dari McEvoy et al., 2010).

Kemudian migrasi singkat selanjutnya membawa populasi C2 melintasi Samudera Pasifik ke Polinesia dan Selandia Baru, namun kali ini C2 sudah bermutasi menjadi subclade baru (C-M208 dan pada akhirnya C-P33).

 

y-chromosome-trees-2016-2

Update: March 2017 from Toomas Kisivild

major-sub-clades-of-y-chromosome-haplogroup-c

Human Y chromosome diversity outside Africa 20–50 thousand years ago. The branching structure of 41 extant Y chromosome clades inferred to be older than 30,000 years is shown according to the tree based on high coverage Y chromosome sequences presented in Karmin et al. (2015), Figure S9. The phylogenetic mapping to this tree of nine late Pleistocene ancient Y chromosomes that predate the Last Glacial Maximum—from Ust’Ishim (Fu et al. 2014), Oase (Fu et al. 2015), Kostenki (Seguin-Orlando et al. 2014), Malt’a (Raghavan et al. 2014b), Dolní Věstonice, Goyet, and Paglicci (Fu et al. 2016) sites—is shown in red. The zoomed in version of the sub-tree relating Oase, Ust’Ishim with extant variation of the N, O and NO2 clades is shown with branch-defining marker names [modified from (Poznik et al. 2016)] next to the geogrpaphic map displaying the locations of the four ancient sites. The colour-coded distribution of Y chromosome haplogroups in present day populations ignores cases of recent admixture. Haplogroup names here and in other figures follow the nomenclature suggested in Karmin et al. (2015)

Haplogroup C is common today in populations of Siberia, Southeast Asia and Oceania (Bergstrom et al. 2016; Karafet et al. 2001, 2002; Kayser2010). This disparity may suggest, in line with similar findings of mitochondrial DNA haplogroup M lineages in pre-Holocene remains from Europe, that peopling of Europe involved several population replacements and turnovers (Posth et al. 2016). Furthermore, the occurrence of haplogroup C lineages different from the Kostenki type, those belonging to a rare C6-V20 (Scozzari et al. 2012) sub-clade (Fig. 4), in Iberian hunter-gatherer sample from La Brana (Olalde et al. 2014) and in three Neolithic farmer samples from Anatolia and Central Europe (Mathieson et al. 2015) shows that a diverse set of haplogroup C lineages may have been common and widely spread throughout Eurasia before Middle Holocene.

 

 

Iklan

20 responses to “Y-DNA Haplogroup C

  1. Ping-balik: Populasi Prasejarah Sundaland | The Forgotten Motherland·

  2. Ping-balik: Gado-gado Misteri Asal-Usul Manusia | The Forgotten Motherland·

  3. Tampaknya lelaki yang ber Y Hg C*-M130 dan subHg nya C1* M8 – C2* M38 – C3* M217 – C4* M347 – C5* M356 dan C6* – V20 lebih berbeda satu sama lain daripada orang ber Y Hg F* M89 dan keturunan nya, Y Hg F – Hg T* M70 yang relatif lebih homogen karena usia Y Hg C sangat tua, muncul sekitar 60.000 Tahun lalu. Kalau begitu berarti lelaki Asia Tenggara dan Asia Timur ( Sino Tibet – Austronesian ) yang ber Y Hg O* M175 lebih berkerabat dengan orang Timur Tengah Y Hg J* M172, orang Eropa Y Hg I* M170 – R1a M173 dan R1b M343 dan orang Pribumi Amerika Y Hg Q* M3 daripada orang Tibet dan Ainu Y Hg D* M174 dan orang Pribumi Siberia, Mongolia, dll Y Hg C3* M217? Iya kan kalau dilihat dari pohon DNA Haplogroup Kromosom Y. Tapi, kenapa orang2 lebih sering membicarakan DNA Haplogroup Kromosom Y yang cuma dimiliki oleh laki laki daripada DNA Haplogroup Mitokondria, garis keturunan Ibu?

    • Sebenarnya berimbang, untuk mencari kekerabatan atau garis keturunan diperlukan banyak marker. NRY mungkin lebih simple ketimbang mtDNA yang lebih universal. Jika mas Adrian lihat pohon kekerabatan manusia berdasarkan mtDNA dan nuclear DNA, mtDNA masih bias karena tidak memperhitungkan percampuran yang ada. (Misalnya: dalam pohon mtDNA manusia berkerabat dekat dengan Neandertal, sedangkan Denisovan membentuk percabangan sendiri di luar keduanya. Dalam realitasnya (nuclear DNA), Neandertal membentuk cluster dengan Denisovan, sedangkan Homo sapiens mengalami spesias sejak awal divergensi, membentuk jalur evolusi tersendiri, terpisah dari Neandertal dan Denisovan).

      Pola ini sepertinya juga terjadi dalam mtDNA manusia. Kalau diperhatikan lebih seksama, garis keturunan mtDNA N selalu overlapping dengan kehadiran Neandertal. Sedangkan macrohaplogroup M sebagian mengikuti pola sebaran keturunan Denisovan. Karena itu, analisis mtDNA tidak dibiarkan berdiri sendiri (anak laki-laki memiliki mtDNA yang sama dengan anak perempuan jika ibunya sama). NRY, karena tidak ada rekombinasi, lebih mudah mengikuti perjalanan garis keturunan paternal.

      Start paling gampang adalah menelusuri NRY, setelah itu di-match dengan mtDNA. Ketersediaan data menentukan. Seringkali harus update narasi jika ada data baru masuk. Apalagi dalam era genome, marker mtDNA, Y-chromosome dan nuclear DNA hanya sebagai faktor untuk mengkonfirmasi bagaimana sejarah populasi tertentu terbentuk. Contoh yang lagi naik daun: Sejarah populasi Eropa.

      • Di laporan hasil tes DNA saya dari Genographic Project Geno 2,0 ; di Wikipedia, ISOGG, Forum Family Tree DNA, Asianfinestdiscussion.com, Historum, artikel2 di internet seperti website ini Forgotten Motherland, dsb. DNA Mitokondria Haplogroup N – R dan subgroup nya ditemukan pada orang Eurasia Barat dan Afrika Utara dengan persentasi yang sangat tinggi, hampir 95% atau lebih. Tetapi aneh nya, subgroup mtDNA Hg R9, F, R11, B dan P (Tipe R) ditemukan pada frekuensi tinggi terutama di Asia Tenggara (terutama orang Vietnam dan orang Indonesia Barat), Kepulauan Pasifik dan Cina Selatan. Padahal kebanyakan orang Asia seperti India, Cina, Mongolia, Jepang, Korea dan Tibet membawa mtDNA Hg M dan subgroup nya. Kalau mtDNA Hg A, X, Y, N9a, dll masih cukup banyak persentasi nya di Asia Timur Laut. Memang, beberapa DNA Mitokondria tipe N dan R spt mtDNA Hg A, B dan X, mtDNA Hg C dan D (Tipe M) juga ditemukan di penduduk Pribumi Amerika. Jadi, apa mayoritas orang Asia Tenggara dan Cina Selatan seperti kita kita ini memiliki kekerabatan Y DNA dan DNA Mitokondria yang lebih dekat dengan orang Eurasia Barat dibandingkan DNA Haplogroup khas orang Mongol, Tungusik, Ainu Jomon, Tibet dan Pribumi Siberia (Altai?) di Asia Timur Laut dan orang Pribumi Australia, Indonesia Timur, Melanesia dan Polinesia di Papua dan Benua Australia?

      • Untuk melihat sebaran mtDNA macrohaplogroup M dan N beserta subcladenya, dan NRY C, F, DE di Eurasia dan Asia Timur/Tenggara/Australasia, kita harus melihat secara kronologis.

        Eurasia mtDNA N didominasi oleh cluster N-U-R, namun dengan R yang berbeda dengan N-R yang ada di Asia Timur. Asia Timur memang tidak punya U, tapi punya subclade N yang unik di Australasia seperti O, S, N21, N22, N13, N14, R14 dst. N Eurasia tidak punya subclades tersebut. Mengapa? Karena induk mtDNA macrohaplogroup N di Australasia bukan keturunan langsung mtDNA N di Eurasia. Mereka related, punya leluhur yang sama, mungkin di Eurasia, yang namanya L3’M’N’U’R, yang parallel dengan L2a yang ada di Afrika.

        Pohon kekerabatan berdasarkan mtDNA sebenarnya masih belum ada konsensus, karena kita tidak punya sample yang hidup lebih dari 70.000 tahun. Setelah melihat mutasi pada macrohaplogroup N, saya dan bebeberapa member forum genetik, yakin bahwa N bukan subclades dari L3. L3 dan M sister clades, N lebih sister clades dengan L3’M (leluhur L3 dan M). Jadi bayangannya, populasi Eurasia itu garis evolusi yang terpisah dari sisi maternal, sedangkan L3 (Afrika timur) related dengan M (mayoritas India). Apakah M di Australasia related dengan India? Iya. Tapi bukan keturunan langsung M yang ada di India. Dari sinilah terdeteksi adanya out of Africa dari (Cann, Wilson, Stoneking, 1987). Padalah backmutation yang ada di N itu tidak terjadi. Sejak awal N itu sudah ancestral terhadap L3 dan M. N itu seperti bibi dari keduanya (gampangnya begitu). Ini membantu: https://motherlanders.wordpress.com/2015/06/09/benarkah-mtdna-n-australasia-berasal-dari-eurasia/

        Sedangkan Y-DNA (NRY): lihat perbedaan CDEF di Eurasia dan Australasia. DE di Eurasia tidak punya YAP sehingga dinamai E (banyak di Afrika timur dan sekitarnya, bahkan Levant sampai Eropa: salah satu garis paternal bangsa Yahudi, termasuk Einstein dan Hitler). Sedangkan DE di Asia/Australasia punya YAP (DE+YAP) yang kemudian disebut Y haplogroup D (D-M174, D-M1 dst). CF di Eropa dan CF di Asia/Australasia pun berbeda subcladenya. Tidak saling overlap. C di Eurasia menurunkan sebagian besar C yang ada di Mongol (C-M217), dan C yang di Jepang (C-M8) itu masih cabang dari C di Asia. Saya sedang menelusuri lokasi spesiasi CF di Asia Timur, daerah kandidat diferensiasi CF dan DE di Asia kemungkinan besar di sekitar Sichuan, atau bagian selatan Xinjiang (seperti lokasi diferensiasai mtDNA N Asia). N11 di China selatan bahkan lebih tua dari L3 dan M. Ada study tentang aborigin Camboja yang mensupport hal ini.

        Untuk memudahkan mengingat: Y-DNA C dan D (Asia) hidup bersama mtDNA M (Asia/Australasia), F selalu bergerak dengan N. Karena mtDNA M lebih banyak di India dan Asia, maka di Eropa C dan F bergerak bersama N.
        Bagaimana dengan N dan subcladenya di Asia/Australasia? K-M526 punya peran penting untuk menelusuri pergerakan mtDNA B, R9, dan P di Australasia. Distribusinya selalu match. Seperti Ust-Ishim (~45.000 tahun, pre-NO dan mtDNA R*), Barrineans Pygmies (pygmy dengan DNA Denisovan tertinggi ~6%, C1c1 (C-M210) mtDNA M42a), atau Oase 2 (42.000 tahun, Y-DNA F, mtDNA N), Kostenki-14 (Y-DNA C, mtDNA U), dst.

        Jadi kalau ada teori baru-baru ini sebaran dari Afrika pertama kali sekitar 130.000 tahun yang lalu, itu karena mendeteksi mtDNA dan genome dari manusia modern, itu adalah pergerakan Y-DNA C dan mtDNA M. Sedangkan gelombang migrasi kedua yang dibicarakan selama ini ~60.000 tahun yang lalu itu adalah migrasi mtDNA N dan Y-DNA F (termasuk K-M526) ke arah timur. Karena kita belum pernah punya data aDNA dari Y-DNA F di Asia, maka harus menunggu kebenaran dari hipotesis tersebut.

        Ancient Northern Eurasia lebih berkerabat dekat dengan Eurasia. Dan setiap populasi sudah diteliti komposisi ancestry-nya. Kita tinggal cocokin dengan haplogroupnya. Karena yang di Asia Tenggara juga migrasi ke arah Utara seperti Y-DNA N dan O3-M122. Ainu Jomon pun ada dua komponen, C dan D dari Asia Tenggara/China Selatan, dengan Yayoi dari Korea. Sehingga populasi Jepang merupakan campuran dari China Selatan dan Korea dan sekitarnya. Penelitian Siberia terbaru sangat menarik, mereka menempatkan keturunan Denisovan sebesar 18%, tidak lagi 6%, pada populasi Papua dan Aborigin (mungkin mulai menghitung desert archaic sequence) karena Reich et al hanya berdasarkan sample individu tanpa melihat genome lebih jauh. Amerika didominasi Y-DNA Q-M3, mtDNA mulai dari A, B, C, D, X ini bisa dirunut satu-satu, dan sudah ada hasil penelitiannya. Saya kurang fokus dengan Amerika.

        Saya sedang mencoba memilah-milah berdasarkan kronologis, sayangnya evolusi Homo sapiens membuat saya meninggalkan populasi genetik saat ini, karena DNA Denisovan dan Neanderthal seringkali mengaburkan jejak genetik paternal di Australasia. Pagani et al sedang meneliti hal ini, semoga dipublikasi segera. Tapi yang berkaitan dengan Asia Tenggara/Indonesia selalu saya tulis di blog. Forum yang cukup update dengan analisis anthrogenica.com, saya sering nongkrong di Eurogenes.blogspot untuk update populasi Eropa.

        Austroasiatik dan Austronesia adalah agenda berikutnya, entah kapan dikejakannya. Ikuti terus update jurnal populasi genetik yang ada, karena setiap saat ada sample baru dan kadang merevisi kesimpulan-kesimpulan terdahulu. Selama aDNA belum lengkap, kita masih berada dalam tahap ‘ekstrapolasi populasi masa kini untuk memprediksi populasi masa lalu’.

        Senang sekali ada teman ngobrol. Dengan data begitu banyak, seringkali tumpang tindih dengan update terbaru, jika tidak didiskusikan. Terima kasih mas Adrian.

  4. Menurut pendapat beberapa anggota Forgotten Motherland, kata nya persebaran migrasi Y Hg C* M130 dari Afrika Timur ke Asia Timur lewat pesisir pantai Semenanjung Arabia – Asia Selatan terus pergi ke Asia Tengah mengikuti hulu Sungai Indus di perbatasan Pakistan – India lalu menyebar ke Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Oceania bahkan ada yang sampai di Benua Amerika. Tetapi di Wikipedia, dan sumber lain nya ber”teori” persebaran migrasi Y Hg C* M130 melalui rute Pesisir Pantai Asia Selatan ke Asia Tenggara. Ada kelompok kecil orang ber Y Hg C* M130 bergerak ke Asia Utara sekitar 40.000 tahun lalu yang menurunkan leluhur orang “Pribumi” Siberia juga orang Mongolia seperti Jengis Khan.
    Terus terang saya bingung sekali dengan banyak perbedaan pendapat para netizen yang tertarik dengan Genealogi DNA Manusia. Di Historum.com dan banyak forum sosial DNA Manusia yang bersikukuh bahwa orang ber Y Hg NO* M214 (Y Hg K2a) dan keturunan nya lebih berkerabat dengan Y Hg P* M45, Q* “M3?” dan R* (Y Hg K2b2) daripada orang Asia Pasifik yang ber Y Hg C* M130 dan D* M174 yang “maaf” dianggap lebih “primitif” dari orang ber Y Hg F* M85 dan keturunan nya. Seorang anggota Historum.com bernama Purakjelia, dia percaya penuh bahwa fenotip “Asiatik” seperti mata sipit kecil, tulang pipi menonjol, kontur wajah datar, neoteny dan mungkin pengembang Sinodonty dari “Gen EDAR 370a?” dikembangkan oleh leluhur Y Hg C3* M217 (bukan Y Hg D* M174) dan mtDNA Hg C, D, G, Z dari tipe M. Sedangkan DNA dan perawakan fisik orang ber Y Hg O* M175 dan mtDNA Hg R, R9, R11, B dan F di Asia Timur dan Tenggara lebih berkerabat dengan orang Timur Tengah dan Eropa atau mungkin maksud nya “lebih Kaukasia”.
    Saya bingung pernyataan netizen yang mana yang “paling benar” karena banyak perbedaan “pendapat” yang mencolok dan orang2 di sekitar saya hampir tidak tahu apa2 dengan topik ini. Mohon bimbingan mu dan semua anggota Forgotten Motherland lain nya karena sangat jarang Orang Indonesia yang mengikuti DNA Genealogi Manusia dari perspektif Antropologi.

    • Untuk sementara waktu, sampai aDNA menentukan kebenarannya, saya berpandangan bahwa Y-DNA C-M130 mengalami diferensiasi di luar Afrika. Mungkin di pegunungan Kaukasus, atau mungkin di Levant.

      Untuk membedakan C-M130 yang ke arah utara (Siberia/Mongolia) dan ke arah timur (Asia Selatan/China Selatan/Sunda/Sahul) harus di tentukan SNPnya. C-M130 Mongolia positif untuk M216, apakah positif untuk marker RPS4Y? Tidak. Karena itu C-M130 yang ke arah utara berasal dari C-M130 yang berbeda. Keturunan dari C-M216 ini nanti adalah C-M217.
      Apakah C-M130 yang ke Asia Selatan/China Selatan/Sunda/Sahul positif untuk M216? Tidak. Apakah positif untuk RPS4Y? Iya. Karena itu C yang di Jepang, Wallacea, Australia, Pasifik semuanya keturunan dari C-RPS4Y. Jadi bayangkan dari Levant/Kaukasus/Iran satu menuju utara (C-M216) satu lurus ke timur/melalui sisi utara/selatan himalaya, atau pesisir pantai Selatan (masih menunggu bukti arkeologi yang lebih meyakinkan). Phenotype kedua jalur ini berbeda, ada yang berkulit terang, ada yang berkulit gelap. Benar, ada gene hasil seleksi yang berperan di sana, atau memang dari awal memang keduanya berbeda (saya masih sulit mencari jawabannya). Saya sempat baca tentang gen EDAR ini, memang populasi Asia Timur memiliki frekuensi cukup tinggi untuk varian EDAR yang bertanggung jawab terhadap rambut lurus dan tebal. Dan frekuensi menurun ke arah populasi rambut kriting di Afrika. Harus buka-buka kamus lagi kalau urusan EDAR ini, karena phenotype yang terkait dengan EDAR ini sangat banyak (i.e. rambut, morfologi gigi taring, buah dada).

      Subclade di bawah K-M526 memang semua berkerabat, hanya dalam rentang waktu yang sangat panjang (~20.000 tahun, jarak K-M526 sampai munculnya P, Q, R). Sedangkan C-M130, D-M174 dan F-M89 (atau F-P14* kalau di Wallacea/Sahul) kekerabatannya juga sulit ditelusuri. Karena metapopulasi menganggap mereka memiliki leluhur yang sama berdasarkan mutasi (CDEF). Tidak perlu dipertentangkan, karena masa diferensiasi CDEF dan K-M526 (yang kemudian menurunkan K2a, K2b1, K2b2) jaraknya cukup jauh. Memang C-M130, D-M174 dan F-M89 termasuk primitif, meskipun K-M526 dan keturunannya hanya berbeda pada pikiran simbolis yang mulai muncul (Leang Timpuseng). Tetap saja, keturunan K-M526 saat ini bisa dilihat di Papua (suku Asmat, Muyu, Una/Ketengban, highlander Papua Nugini, dll).

      Seperti halnya ketika mereka menentukan keturunan F-M89 > K-M9 > K-M526 dst. K-M526 menurunkan K2a dan K2b1, sedangkan K2b2 masih tentatif. Karena para euro-centris tidak terima K2b2 mengalami diferensiasi di Sunda (lokasi diferensiasi K-M526 per Karafet et al. 2014).

      Untuk subclade mtDNA N memang secara fisik membingungkan. Yang di Australasia (Wallacea/Sahul) praktis hitam dan kriting. Mungkinkah karena pengaruh gen dari populasi yang lebih tua (misalkan Y-DNA C), karena beberapa waktu yang lalu, jika dua populasi berbeda kawin, maka populasi yang lebih tua garis evolusinya akan lebih dominan dibandingkan pasangannya. Untuk kasus seperti ini kita harus lihat semua genetik marker yang ada. Agak sulit kalau secara general/global. Fokus per region akan lebih mudah menelusurinya.

      NB: Forgotten Motherland tidak punya komunitas. Itu proyek pribadi. Atau mungkin ada Forgotten Motherland yang lain?

  5. Jadi website Forgotten Motherland bukan komunitas sosial ya? Maaf ya!
    Benar kata mu, Y Hg C* M130 punya beberapa subgroup: Y Hg C1* M8, C2* M38, C3* M217, C4* M347, C5* M356 dan C6* V20. Dan ISOGG mengurutkan jadi Y Hg C1* “Hg C Selatan” dan C2* M217 “Hg C Utara”. Dan menurut “Purakjelia” dari Historum.com, Orang pembawa Y Hg C ini secara kekerabatan DNA lebih berbeda 1 sama lain walaupun sama2 ber “huruf” C dan membawa mutasi C* M130. Tetapi orang ber Y Hg F* M89 dan keturunannya, Y Hg G – …..sampai Y Hg R lebih homogen walaupun mempunyai urutan huruf abjad yang berlainan 1 sama lain alasannya karena mutasi Y Hg F dan keturunan nya relatif lebih baru, mungkin baru muncul 70.000 – 50.000 tahun BP di suatu tempat di Superkontinen Eurasia dibandingkan orang lelaki yang ber Y Hg A* M91, B* “M60?”, CT* M168, DE* M1 YAP+ dan C* M130 yang usia nya tergolong sangat tua, mungkin muncul sekitar 200.000 – 80.000 tahun BP Begitu juga dengan DNA Mitokondria Haplogroup mereka yang N dan R. Info ini saya dapat dan kutip dari opini ” Purakjelia”, seorang Netizen di Historum.com.

    • Secara general benar demikian. Itu hanya memudahkan kita dalam mencari rincian. Jika kita sudah tahu sebaran dan urutannya, akan lebih gampang menemukannya. Jika orang bicara Y-DNA DE-M1, sebagian mungkin mencari di Afrika, tapi saya akan cari di China Selatan. Karena sangat aneh jika haplogroup D tersebar di Tibet, Andaman dan Jepang, tetapi tidak ada jejak DE di tempat di mana mereka terjadi diferensiasi. Saya pernah nemu data individu China selatan dengan Y-DNA DE. Tapi hanya satu individu. Satu data cukup sebagai starter untuk menelusuri superfather CDEF di China selatan. Bagus lagi jika hasil test DNA manusia Daoxian segera dilakukan. Kita butuh satu aDNA dari Asia Timur/Tenggara untuk mengimbangi konsensus akademik.

  6. Saya dapat email balasan dari pemimpin The Genographic Project, Dr Miguel Vilar. Dia bilang kalau hubungan kekerabatan Y DNA Hg C-M130, C2-M217 dengan O-M175, O1a-M119, O1b-M256, O2-M122,……sangat jauh walaupun secara umum dan geografis, para lelaki pembawa Y Hg C adalah tetangga dengan Y Hg O. Dan Dr M Vilar juga bilang mungkin saja (possibly) pembawa Y Hg C dan D adalah pasangan dengan mtDNA Hg M*. Dia juga memberitahu cara terbaik untuk menentukan pasangan haplogroup manusia adalah dengan melihat dan membandingkan usia dari haplogroup induk dan sub kelompok dari haplogroup2 itu di dalam 1 daerah. Untuk kasus ini tentang populasi Asia Timur Jauh (Oriental). Kamu bisa lihat di website The Genographic Project, lalu klik masuk ke Genographic Newslatter lalu kamu akan bisa melihat banyak artikel dari Dr Miguel Vilar dan saya juga memberikan komentar tentang Y Hg C pada orang pribumi Australia.

  7. Hubungan kekerabatan C3-M217 per Poznik et al. 2016 dengan Y-DNA O secara keseluruhan memang jauh, meskipun berdekatan secara geografis. Di filogenetik tree Poznik jg kelihatan C3-M217 dan O3-M122 hampir berdekatan periode ekspansinya mendahului yang lain, meskipun O lebih ekstrim.
    Untuk pasangan paternal dan maternal haplogroup saya sering mendapati berdasarkan ID sample yang sama, dan benar memang harus dalam lokasi yang sama untuk memperkuat dugaan sementara. Ian Logan punya database yang lumayan lengkap. Kasus paling gampang adalah sample dari PNG dan Australia, karena mereka jarang bertemu dengan populasi di luar Sahul, kita bisa mengasumsikan bahwa mereka kawin dengan kalangan dekat mereka, atau populasi terdekat secara geografis. Saya berniat memasangkan filogenetik tree dari Poznik 2016 (Y-DNA dan mtDNA) nanti kita lihat pasangan haplogroup dari Asia Timur seperti apa.
    Saya juga mengikuti papernya MG Vilar, karena dia fokus di sejarah populasi kepulauan Mariana.

    • Sebenarnya, saya sudah mengambil dan menerima hasil Tes DNA resolusi tertinggi dari FTDNA yaitu mtFullsequence untuk leluhur Ibu, lalu Tes DNA 111 STR’s dan Tes Big Y SNP’s untuk leluhur Ayah. Di Geno 2,0 (bukan Next Generation) saya membawa Kromosom Y Hg O-CTS5492 (M175+ M122+ M201+ M164+ M134+ M117+ M133″?”) dan DNA Mitokondria Hg L3 – N – R – B4,5 – B4c – B4c2. Atau Y Hg O-CTS11856 (M175+ M122+ P201+ P164+ M134+ M117+ M133+) dan mtDNA Hg B4c (8281-8289d) dari versi FTDNA. Anda bisa melihat hasil Tes DNA saya di FTDNA dengan Kit No: N112762 dan Password: GOLDENRATIO. Semoga bisa membantu Anda untuk menemukan hal2 yang berhubungan dengan DNA Antropologi dan kelompok Etnis Manusia di seluruh Di Dunia terutama di India di area Asia Pasifik seperti orang Asia Timur (Cina, Taiwan, Jepang dan Korea), Asia Tenggara (Vietnam, Burma, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Indonesia bagian Barat seperti orang Jawa, Bali, Sunda, etc), Mikronesia (Saipan, Guam, Kepulauan Mariana) dan Polinesia (orang Maori di Selandia Baru dan orang Pribumi Hawaii).

  8. Terima kasih atas informasinya. Saya juga mengumpulkan data-data populasi sekitar Indonesia untuk pembanding. Sepertnya leluhur mas Adrian positif dari daratan Asia Tenggara/China Selatan. O-M133 jarang sekali dibahas, paling salah satu dari 3 supergrandfather China sama penutur Austro-asiatik di timur laut India, Khasi dan Garo, kemungkinan ada input dari penutur Tibeto-Burman.

    • Mas Adrian,

      Data populasi saat ini tidak serta merta mirip dengan struktur populasi masa lalu. Hipotesa sebaran itu valid setelah aDNA disertakan. Tempo hari ada paper macro haplogroup M, rute migrasi garis maternal dari Asia Tenggara ke arah Eropa. Bubar jalan skenario di atas. Dari genome populasi Paleolitik, ada migrasi sebagian garis paternal juga dari Siberia menuju Balkan.

      Untuk uniparental markers, harus lihat based on ID sample, dijejer satu-satu, dilihat apakah pasangan NRY & mtDNA selalu sama. Contoh: D-M174 bisa berpasangan dgn M7b1 di Guangzi, tp di Andaman D berpasangan dgn M32. Atau kalo nemu mtDNA X2 di populasi Bajau, apa kita akan simpulkan dia kerabat suku Indian? Uyghur? Pashtun? misalnya. Atau, jika di Johor dan sekitarnya banyak M9 dan E, induk bukan M9a’b atau E1a dst, apa yg akan disimpulkan?

      Dulu saya melihat sebaran populasi jg seperti itu. Tp makin membingungkan setelah data- data baru dipublikasikan. Ekstrapolasi mungkin mendekati realita jika populasi yg dimaksud terisolasi. Tidak ada admix dari luar. Keragaman genetik masih cukup tinggi, haplogroup mayoritas langka dan umurnya tua.

      Untuk cari relasi antar populasi, lihat genomenya. Kalau ada sharing komponen leluhur, lihat genetic distance. Baru cek uniparental markers. Itupun belum cukup, kadang hrs lihat keragaman & median networks.

      Coba lebih banyak lihat aDNA, peta sebaran lebih meyakinkan. Hold dulu sebaran DNA pop saat ini. Terlalu general dan masih banyak asumsi, plus perlu update. Spt M12’G, bukan M11. Saya nemu banyak M12 dan G, M8a, C, Z, ketika ngerjain peta MSEA. Mungkin yg dibilang langka, ada di paper-paper terbaru.

    • Hai, Mozardien. Sebetulnya Saya sudah mendapatkan hasil Tes DNA Paternal dari Tes kaliber tinggi: FTDNA BigY. Hasilnya Saya membawa Haplogroup O-CTS11856 / O-M177, lebih spesifik lagi Y DNA Hg O-CTS5492 / O-M133. DNA Mitokondria Ayah saya dan Tante ku (saya ambil sampel dari Kakak Perempuan Ayahku) adalah Hg M7c3c; sekarang Hg M7c1c3 – DNA Mitokondria khas orang Asia Tenggara. Yang saya agak bingung, Kakek dari Ibu saya membawa Y DNA Hg O-4960 dan Saudara2 Sepupuku ada yang membawa mtDNA Hg M8a3a yang Dr M Vilar bilang kalau leluhur mereka “super” jarang ditemukan di Cina Utara, apalagi di Indonesia, Thailand dan Negara2 Asia Tenggara lainnya. Saya penasaran sekali dengan Y DNA Hg O-4960!

      • Jangan dicampur aduk garis maternal dari Ayah vs. garis paternal dari Ibu. Nanti bingung sendiri.
        Yang penting tahu garis paternal Ayah dan garis maternal dari Ibu.
        O2a2b1a1-M117 -> O2a2b1a1a-M133 dari garis paternal Ayah masih kerabat garis paternal dari ayahnya Ibu O2a2b1a1b-CTS4960
        Langka tidaknya hanya karena masalah sudah/belum tersample.

  9. Coba buka lagi Trejaut et al. 2014 utk NRY O-M133. Disana cukup lengkap distribusi sebarannya.
    Utk garis maternal B4c2 coba buka Buddhakosai et al. tentang mitogenome Thai dan Laos, atau Zhang et al. 2013 tentang Kamboja
    Untuk M7b1 bisa buka supplementary info dari Soares et al. 2016
    M8a2 atau M8a3 mungkin sedikit disinggung Ma et al. 2016 tentang keragaman haplotype populasi Han, ikuti referensinya.
    Kalau mau tahu tentang migrasi dari China selatan enam generasi yang lalu, cari buku tentang pengiriman pekerja kontrak dari China ke Pasifik dan sekitarnya. Mungkin termasuk ke Indonesia. Konteks kadang diperlukan untuk menelusuri sebaran populasi.

    Kumpulkan data, baca referensi masing-masing paper. Semua ada di sana.

    • Terima kasih atas referensi yang anda beri padaku. Juga sambil menunggu perkembangan IPTEK dan info baru untuk Tes DNA dari perspektif Antropologi. Karena itu saya men “follow” The Genographic Project, FTDNA, 23andMe, Ancestry.com dan situs internet dan website DNA Explained dari koresponden FTDNA Mrs Roberta Estes. Thanks! 😉

  10. Ping-balik: Setruktur Genetik Aborigin Australia | The Forgotten Motherland·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s